Nabire - Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah yang merupakan salah satu wilayah pengawasan Loka POM di Kabupaten Mimika, kali ini menjadi fokus kegiatan penyebaran informasi selama 2 hari yaitu pada tanggal 19 dan 20 November 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi strategis yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, seperti Pasar Kalibobo dan beberapa sekolah di Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan KIE Keliling yang juga diintegrasikan dengan kegiatan Laboratorium Keliling ini dimana Tim melakukan pengambilan sampel jajanan anak usia sekolah serta pangan siap saji secara acak dan menguji terhadap empat parameter keamanan pangan, yaitu Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanil Yellow. Selain itu, pedagang juga diajak mengenal lebih jauh tentang Badan POM melalui sesi tanya jawab, seperti kuis dan pemberian informasi langsung. Dalam kegiatan ini, banyak masyarakat yang baru pertama kali mengetahui tugas dan fungsi Badan POM sebagai pengawas keamanan obat dan makanan. Meski begitu, antusiasme mereka dalam menerima edukasi sangat tinggi.
Selain memperkenalkan Badan POM, petugas juga memberikan edukasi tentang manfaat dan cara penggunaan aplikasi BPOM Mobile. Brosur panduan mengunduh aplikasi serta tutorial penggunaannya dibagikan kepada masyarakat. Petugas juga memberikan demonstrasi langsung menggunakan contoh produk yang tersedia.
“Terima kasih atas informasinya, saya baru tahu ada aplikasi ini. Ternyata sangat bermanfaat dan pasti membantu kami, apalagi kami khawatir kalau menjual makanan tanpa izin edar. Nanti kami akan usahakan selalu cek izin edar produk menggunakan aplikasi ini,” ujar Jimy, seorang pedagang di area SMA Negeri 1 Nabire.
Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih mengenal Badan POM dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan pangan
Amolongo, Nimaowitimi, Saipa...