Mimika - Resistensi Antimikroba adalah suatu keadaan dimana mikroorganisme mampu untuk bertahan pada dosis terapi senyawa anti mikroba, sehingga mikroorganisme tersebut masih mampu berkembang, mengurangi keampuhan obat, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperparah, dan menyebabkan kematian dalam tindakan pengobatan pada manusia, hewan, ikan, dan tumbuhan. Resistensi ini dapat menyebabkan 10 (sepuluh) juta orang meninggal per tahunnya. Selain itu, juga diperkirakan menyebabkan reduksi Gross Domestic Product (GDP) sejumlah 2 – 3,5%. Salah satu isu strategis yang dianggap menjadi pemicu utama kejadian tersebut yaitu adanya penggunaan antibiotik yang ekstensif, antara lain tindakan swamedikasi (pengobatan sendiri), peresepan berlebih, kesalahan peresepan, penggunaan antibiotik broad-spectrum secara luas termasuk penggunaan antibiotik sebagai upaya profilaksis (pencegahan)
Sosialisasi Program MACE TETI “Masyarakat Cerdas dan Teliti Gunakan Antibiotik” sebagai bentuk komitmen bersama dan upaya dalam mendukung kegiatan mengatasi penggunaan antibiotik yang tidak rasional yang dapat menyebabkan resistensi antimikroba. Sosialisasi ini diperuntukkan untuk tenaga kefarmasian yang bekerja di sarana pelayanan kefarmasian (Apotek dan Klinik), perwakilan masyarakat, organisasi profesi, dan perwakilan Pemerintah Daerah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan peningkatan pengetahuan penggunaan antibiotik bagi tenaga kesehatan dan masyarakat di Provinsi Papua Tengah.
Tidak lupa pada kegiatan ini juga dibagikan paket edukasi berupa Buku Saku dan Stiker pencegahan Resistensi Antimikroba yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta kegiatan.
Stop Pake Antibiotik Sembarang ! “Ko Bijak, Ko Sehat”
Amolongo, Nimao Witimi, Saipa ...