Nabire – Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Mimika melaksanakan koordinasi lintas sektor bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., pada Kamis (16/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara BPOM dan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba. Loka POM di Kabupaten Mimika menekankan pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak melalui pengawasan terhadap peredaran dan penyerahan antibiotik sesuai ketentuan. Selain itu, dibahas pula rencana pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) Kabupaten Nabire sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembinaan dan pengawasan obat dan makanan.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Nabire terhadap pengendalian AMR, termasuk melalui rencana penerbitan Surat Edaran Bupati tentang penggunaan antibiotik secara bijak, penindakan terhadap apotek yang menjual antibiotik tanpa resep dokter, serta fasilitasi pembentukan TKPPOM di Kabupaten Nabire. Koordinasi kemudian dilanjutkan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam pertemuan tersebut dibahas penguatan kolaborasi dalam pengendalian AMR, peningkatan pelaksanaan farmakovigilans melalui pelaporan efek samping obat (ESO), serta pengawasan keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Melalui koordinasi ini, Loka POM di Kabupaten Mimika bersama Pemerintah Kabupaten Nabire dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire berkomitmen memperkuat sinergi dalam pengawasan obat dan makanan, sehingga penggunaan antibiotik semakin rasional, keamanan pangan semakin terjamin, dan perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Nabire dapat terus ditingkatkan.
Amolongo, Nimaowitimi, Saipa...
Kontributor: Alam
Editor: Mona